Kamis, 26 Februari 2015

Fakta Tentang Aurora

  Di belahan bumi utara, peristiwa yang sama disebut sebagai Northern Lights atau aurora borealis.
Northern Lights dapat dilihat dalam Lingkaran Arktik, di sebelah utara Kanada, Alaska, Rusia, dan Skandinavia.
Aurora mendapatkan namanya sesuai dengan dewa fajar Romawi, Aurora, yang juga merupakan kata Latin untuk fajar.
Sedangkan Australis adalah kata Latin untuk Selatan, sedangkan borealis adalah kata Yunani untuk angin utara. Aurora australis secara harfiah berarti fajar, atau cahaya selatan.

 Aurora adalah untaian cahaya berwarna yang nampak terlihat di langit. Cahaya ini muncul akibat partikel bermuatan, elektron dan proton, bertabrakan dengan molekul lain di bagian atas atmosfer bumi.
Secara khusus, partikel bermuatan ini bertabrakan dengan nitrogen dan oksigen. Sebagian energi yang dihasilkan dari tabrakan lantas dipancarkan sebagai cahaya atau foton.
Cahaya berwarna merah, hijau, dan kadang-kadang biru terlihat selama aurora australis.


Ketika partikel bermuatan bertabrakan dengan oksigen, cahaya berwarna hijau-kuning atau merah tua diproduksi. Sedangkan tabrakan dengan nitrogen memunculkan cahaya biru.
Partikel bermuatan ini berasal dari matahari dan disebut sebagai angin matahari (solar wind).
Karena reaksi terus menerus yang terjadi di matahari, partikel bermuatan terus-menerus dilepaskan dan meninggalkan matahari dengan kecepatan dari 300 sampai 1.000 kilometer per detik atau sekitar 1,6 juta km per jam.
Pada kecepatan ini, partikel-partikel tersebut akan mencapai bumi dalam waktu beberapa hari. Medan magnet bumi lantas membelokkan partikel ini ketika mencapai atmosfer bagian atas.
Partikel bermuatan lantas dihadang oleh garis-garis medan magnet dan melakukan perjalanan keliling bumi.
Elektron dan proton selanjutnya melakukan perjalanan menuruni garis medan magnet ke arah kutub utara dan selatan bumi.
Di kutub, medan magnet berada lebih dekat dengan permukaan bumi, memungkinkan partikel bermuatan untuk berinteraksi dengan molekul lain di atmosfer.
Waktu terbaik melihat aurora adalah pada saat aktivitas matahari berada pada level tinggi.
Semakin tinggi aktivitas matahari, semakin banyak partikel bermuatan yang dilepaskan dan dikirim menuju bumi.
Aurora australis hanya dapat dilihat antara bulan Maret dan September, akibat selama sisa tahun, Kutub Selatan mendapatkan sinar matahari 24 jam sehari.
Aurora australis umumnya berlangsung sekitar 15 menit sampai setengah jam, meskipun dalam beberapa kasus bisa berlangsung dua sampai tiga jam.

Sumber: AMAZINE (online popular knowledge) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar